Jenis-Jenis Proxy Server Dan Perbedaannya

Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan proxy server, kamu berfikir untuk menggunakannya. Akan tetapi, setelah di cek ternyata banyak sekali jenis-jenis proxy server dan tidak tahu perbedaan antara proxy yang satu dengan yang lainnya. Sebelumnya, jika kamu belum tahu kelebihan dan kekurangannya silahkan dibaca terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan proxy server
Proxy server merupakan suatu teknologi yang sering digunakan untuk menjaga keamanan data pengguna dari kejahatan internet. Cara kerja proxy server yang mudah dipahami inilah yang membuat teknologi ini banyak digunakan oleh kalangan umum.
Saat ini proxy server sudah sangat banyak sekali jenisnya, mulai dari public, shared, transparant, dll. Banyaknya jenis proxy yang tersedia terkadang membuat kita bingung ingin menggunakan yang mana. Tapi tidak usah khawatir karena jenis-jenis proxy dibedakan berdasarkan fungsi. Berikut ini penjelasan lebih lengkapnya.
Jenis-Jenis Proxy Server Berdasarkan Alamat IP
Tujuannya utama proxy server adalah untuk menyembunyikan alamat IP dan menggantikannya dengan yang baru. Terdapat dua jenis proxy berdasarkan cara memperoleh IP dan di mana IP tersebut berada:
1. Residential Proxy
Residential proxy menggunakan alamat IP yang disediakan langsung oleh ISP (Penyedia Layanan Internet). Oleh karena itu, proxy ini terkait dengan perangkat yang sebenarnya di berbagai kota dan negara. Keunggulan dari proxy ini, hampir tidak dapat dibedakan antara pengguna proxy dengan yang tidak, sehingga lebih sulit bagi situs web untuk mengidentifikasi pengguna proxy.
Residential proxy sering digunakan untuk rotasi alamat IP, yang dapat sangat bermanfaat saat melakukan web scraping. Kekurangan dari residential proxy adalah perlu membeli atau menyewa IP dari ISP yang digunakan, sehingga membutuhkan biaya yang lebih mahal untuk mengoperasikannya.
Proxy residential dapat dibagi menjadi 2, yakni static proxy dan mobile proxy, yang umumnya lebih mahal. Proxy static hanya dapat terhubung ke satu alamat IP, sedangkan proxy mobile dapat terhubung menggunakan perangkat yang terhubung ke koneksi jaringan mobile (misalnya, 3G, 4G, atau 5G).
Proxy static maupun mobile sama-sama dapat digunakan untuk mengubah lokasi geografis. Meskipun demikian, proxy mobile lebih autentik, sehingga lebih sulit bagi sistem anti-bot untuk mengidentifikasi. Di sisi lain, proxy static dapat digunakan dalam situasi di mana pengguna membutuhkan alamat IP yang sama untuk melakukan log in di halaman web yang sama.
2. Data Center Proxy
Jenis proxy server yang ke dua adalah data Center proxy. Jenis proxy ini tidak disediakan oleh ISP, melainkan oleh pihak ketiga seperti layanan hosting web dan di hosting di pusat data di seluruh dunia. Meskipun lebih murah dan lebih cepat, data center proxy lebih mudah diblacklist jika pengguna melakukan aktivitas berintensitas tinggi dibandingkan dengan residential proxy.
Jenis-Jenis Proxy Server Berdasarkan Arah Traffic
Berdasarkan arah trafficnya, proxy server dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Forward Proxy
Forward proxy merupakan jenis proxy yang paling umum digunakan, dimana penggunanya dapat mengatur alamat IP untuk dapat mengakses situs web yang diblokir maupun menyembunyikan alamat IP asli, sehingga data pengguna dapat lebih terjaga.
Proxy forward juga dapat digunakan untuk mentransmisikan data ke sekelompok pengguna di dalam jaringan internal. Ketika permintaan dikirim oleh pengirim, server proxy mengevaluasi data untuk memutuskan apakah harus melanjutkan dan membuat koneksi.
2. Reversed Proxy
Sesuai namanya, reversed proxy merupakan kebalikan dari forward proxy. Jika forward proxy lebih dekat dengan keamanan data penggunanya, reversed proxy lebih dekat dengan keamanan server, seperti server website.
Cara kerja proxy ini, jika ada sebuah permintaan maka permintaan tersebut tidak langsung diarahkan ke server tujuan, melainkan diarahkan ke reversed proxy terlebih dahulu. Reversed proxy yang akan mengolah permintaan tersebut ke server tujuan.
Kegunaan dari reversed proxy adalah untuk caching dan menjaga keamanan server dari serangan luar. Tidak hanya itu saja, kegunaan lainnya adalah untuk menyeimbangkan beban traffic. Jadi, jika sebuah website mempunyai beberapa server, reversed proxy inilah yang bertugas membagi rata traffic yang masuk untuk mencegah lag atau delay.
Jenis-Jenis Proxy Server Berdasarkan Layanan
Dilihat berdasarkan layanan yang diberikan, proxy server dibagi menjadi 3 jenis, yakni:
1. Public Proxy
Public proxy merupakan jenis proxy yang paling banyak digunakan oleh masyarakat umum. Sesuai namanya, proxy ini dapat digunakan oleh siapa saja yang memiliki koneksi internet dan list proxynya juga dapat ditemukan dengan mudah di internet.
Pada umumnya, public proxy dapat digunakan secara gratis. Karena sifatnya public, proxy jenis ini jadi lebih rentang mengenai masalah keamanan sehingga tidak direkomendasikan untuk mengakses hal-hal yang memuat informasi pribadi. Tidak hanya itu saja, kecepatan dari proxy ini juga sangat tidak stabil dan mudah diblokir oleh situs web.
2. Shared Proxy
Jika tidak ingin menggunakan public proxy dan tidak mau mengeluarkan uang dalam jumlah yang besar, shared proxy dapat menjadi jawabannya. Shared proxy hanya dapat digunakan oleh orang-orang yang membeli layanan proxy tertentu.
Keunggulan dari segi keamanan, shared proxy jauh lebih aman dibandingkan dengan public proxy karena penggunanya harus menyetujui beberapa persyaratan dari penyedia layanan. Dari segi kecepatan, proxy ini juga lebih stabil dan lebih cepat. Dari segi pelayanan, proxy ini juga memberikan bantuan kepada penggunanya jika terjadi masalah.
3. Private Proxy
Berbeda dengan public proxy yang dapat digunakan secara umum, private proxy hanya dapat digunakan oleh satu pengguna saja. Private proxy merupakan proxy yang paling mahal dibandingkan dua jenis proxy lainnya.
Keunggulan dari private proxy, kamu akan diberikan satu alamat IP khusus yang tidak digunakan dan diketahui oleh orang lain. Tidak hanya itu saja, masalah keamanan dari proxy server jenis ini tidak perlu diragukan lagi karena tidak akan ada yang bisa mengakses informasi pribadi kamu, kecuali penyedia layanan itu sendiri. Dari segi kecepatan, proxy private jauh lebih stabil dibandingkan shared proxy, sehingga tidak ada yang namanya lag atau delay ketika digunakan.
Jenis-Jenis Proxy Server Berdasarkan Tingkat Keamanan
Berdasarkan tingkat keamanannya, proxy server dibagi menjadi 4 jenis, yaitu:
1. Transparant Proxy
Transparant proxy merupakan jenis proxy server yang tingkat keamanannya paling rendah. Proxy ini hanya sebagai perantara pertukaran data tanpa melakukan modifikasi permintaan. Lebih gampangnya, proxy ini hanya meneruskan alamt IP asli.
Tujuan transparant proxy hanya digunakan untuk membatasi dan menyimpan konten yang sering dibuka, sehingga mempercepat waktu muat tanpa memperhatikan keamanan data penggunanya.
2. Anonymous Proxy
Anonymous proxy adalah jenis proxy yang paling populer. Proxy ini mampu menyembunyikan alamat IP asli pengguna dari web yang dituju. Meskipun demikian, server web tetap mengetahui bahwa kamu sedang menggunakan proxy.
Perbedaan anonymous dengan transparant proxy terletak pada pengiriman data. Jika transparant proxy tidak melakukan modifikasi permintaan, anonymous proxy melakukannya. Contoh alamat IP asli kamu, akan diganti dengan alamat IP milik anonymous proxy.
3. High Anonymous Proxy
High anonymous proxy tingkatannya lebih tinggi dari anonymous proxy dan memiliki keamanan yang paling tinggi diantara jenis-jenis proxy yang lainnya. Keunggulan dari proxy ini selain dapat menyembunyikan alamat IP asli, juga dapat menyembunyikan informasi bahwa sedang menggunakan proxy.
High Anonymous proxy sering disebut elite proxy merupakan kombinasi sempurna antara transparant proxy dengan anonymous proxy. Umumnya, proxy jenis ini disediakan oleh layanan berbayar, seperti Smartproxy, Bright Data, RSocks, atau Oxylabs. Namun, ada juga versi gratisnya, tapi seringkali mengalami server overload karena permintaan yang tinggi.
4. Distorting Proxy
Distorting proxy merupakan jenis proxy yang mirip dengan anonymous proxy. Perbedaannya terletak pada modifikasi alamat IP, dimana proxy ini tidak mengganti alamat IP, melainkan memodifikasinya menjadi alamat IP palsu.
Penutup
Nah, itu dia pembahasan mengenai jenis-jenis proxy server dan perbedaannya. Lalu ingin menggunakan jenis proxy yang mana? Sesuaikan dengan kebutuhan dan risikonya.
Akhir kata, saya ingin mengucapkan terima kasih bagi yang telah membaca sampai akhir. Semoga artikel kali ini bermanfaat dan dapat menambah wawasan. Sampai jumpa lagi di artikel-artikel selanjutnya.





