AkuntansiKeuangan

Komponen Laporan Keuangan, Ini Penjelasannya

Pernahkah kamu melihat laporan keuangan perusahaan? Di dalamnya berisi bermacam-macam laporan. Setiap laporan tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda. Dengan mempelajari setiap komponen laporan keuangan, dapat membantu kamu dalam membuat dan mempelajari isi yang dimuatnya secara lebih cepat dan tepat.

Sebelumnya, kamu sudah tau belum apa itu laporan keuangan? Jika belum, silahkan dibaca terlebih dahulu mengenai pengertian laporan keuangan.

Setiap laporan keuangan terdiri dari pos-pos yang berbeda-beda. Namun, setiap pos tersebut dapat saling melengkapi antar pos lainnya, baik dalam satu jenis laporan keuangan maupun dengan jenis laporan keuangan lainnya.

Komponen Laporan Keuangan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, laporan keuangan terdiri dari beberapa jenis. Penting untuk memahami setiap komponennya agar bisa mendapatkan pemahaman yang lebih baik terkait laporan keuangan.

Berikut ini pengelompokan komponen komponen laporan keuangan berdasarkan PSAK

Neraca (Balance Sheet)

Neraca merupakan bagian dari laporan keuangan yang menyajikan posisi keuangan perusahaan pada suatu titik waktu tertentu. Laporan ini terdiri dari aktiva (asset), kewajiban (liability), dan ekuitas (equity) perusahaan.

Aktiva adalah sumber daya yang dimiliki perusahaan dan bernilai ekonomi yang diharapkan bisa memberikan nilai manfaat bagi perusahaan. Aktiva terbagi menjadi dua jenis, yaitu aktiva lancar dan aktiva tetap.

  1. Aktiva lancar seperti kas, piutang usaha, perlengkapan, persediaan, dan aktiva lancar lainnya
  2. Aktiva tetap seperti hak cipta, paten, goodwill, dll.

Kewajiban adalah utang yang mungkin timbul selama proses operasional yang harus dibayarkan oleh perusahaan kepada pihak lain menggunakan sumber daya ekonomi perusahaan. Kewajiban terbagi menjadi dua jenis, yakni kewajiban lancar dan kewajiban tidak lancar.

  1. Kewajiban lancar jangka waktunya kurang dari satu tahun. Contoh gaji, bunga, simpanan pelanggan dan kewajiban lain kepada pihak ketiga
  2. Kewajiban tidak lancar jangka waktunya lebih dari satu tahun. Contoh obligasi, wesel bayar, sewa guna usaha, kewajiban pensiun, dan jaminan produk jangka panjang.

Ekuitas adalah modal atau kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan setelah dikurangi kewajiban.

*Rekomendasi:

Komponen Laporan Keuangan Laba Rugi (Profit & Loss Profit Income Statement)

Laporan laba rugi adalah bagian dari laporan keuangan yang menyajikan pendapatan dan beban perusahaan dalam suatu periode tertentu, biasanya dalam satu tahun. Laporan ini juga mencantumkan laba atau rugi yang dihasilkan selama periode tersebut.

Berikut ini penjelasan setiap pos dalam laporan laba rugi:

  1. Pendapatan usaha, yaitu pendapatan hasil dari penjualan produk utama perusahaan.
  2. Beban pokok penjualan, yaitu beban yang secara langsung atau tidak langsung dikeluarkan oleh perusahaan untuk menghasilkan produk.
  3. Laba atau rugi kotor, yaitu selisih dari pendapatan usaha dengan beban pokok penjualan.
  4. Beban usaha, yaitu beban kegiatan utama perusahaan. Beban usaha ini terbagi menjadi dua kategori, yakni beban penjualan dan beban umum & administrasi.
  5. Beban lain-lain, Beban kegiatan diluar aktivitas utama perusahaan. Contoh beban pajak dan beban keuangan
  6. Laba atau rugi usaha, yaitu nilai selisih antara pendapatan usaha setelah dikurangi dengan beban operasional.

Laporan Perubahan Modal

Laporan perubahan modal menyajikan perubahan modal pemilik perusahaan dari waktu ke waktu. Perubahan modal mencantumkan informasi tentang laba yang dihasilkan selama periode tertentu, dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham, serta perubahan modal tambahan dan pengaruh transaksi yang mempengaruhi modal pemilik.

Komponen Laporan Keuangan Arus Kas (Cash Flow Statement)

Laporan arus kas adalah bagian dari laporan keuangan yang menyajikan aliran kas masuk dan keluar perusahaan selama suatu periode tertentu. Laporan ini terdiri dari tiga bagian, yaitu:

  1. Arus kas aktivitas operasional, berisi segala transaksi yang berkaitan dengan proses operasional, kegiatan produksi, penjualan, pengiriman produk, dan pengumpulan pembayaran dari pelanggan.
  2. Arus kas aktivitas investasi, berisi segala transaksi yang berkaitan dengan aktivitas investasi, seperti pembelian dan penjualan aset tetap, instrumen utang dan ekuitas di pasar modal, dan item terkait lainnya.
  3. Arus kas aktivitas pendanaan, berisi segala transaksi yang berkaitan dengan aktivitas pendanaan, seperti pembayaran dividen tunai, penerimaan kas dari penerbitan saham atau obligasi, pelunasan obligasi, dan lainnya.

Catatan Atas Laporan Keuangan

Catatan atas laporan keuangan berisi informasi rinci tentang berbagai aspek keuangan perusahaan yang tidak tercakup dalam ketiga komponen utama laporan keuangan. Contohnya adalah informasi tentang aset tetap, piutang usaha, kewajiban jangka panjang, dan informasi terkait pajak.

Penutup

Nah, itu dia 5 komponen laporan keuangan berdasarkan PSAK. Mempelajari laporan keuangan penting bagi kamu yang ini terjun di dunia investasi karena dasar sebelum melakukan investasi adalah membaca laporan keuangan perusahaan terlebih dahulu. Selain itu, dengan mempelajari laporan keuangan dapat mempermudah dalam mencari pos-pos tertentu.

Akhir kata, saya ucapkan terima kasih bagi yang telah membaca sampai akhir. Semoga artikel kali ini bermanfaat dan dapat menambah wawasan teman-teman semua. Sampai jumpa lagi di artikel-artikel selanjutnya.

*Baca Juga: