
Suatu usaha pasti memiliki kekayaan, baik dalam bentuk fisik ataupun non-fisik. Dalam istilah akuntansi kekayaan perusahaaan disebut aktiva. Aktiva lancar merupakan salah satu bagian dari aktiva yang sangat penting untuk dianalisis. Oleh sebab itu, kamu harus tahu cara menghitung aktiva lancar.
Untuk mengetahui bagaimana perhitunan aset lancar, silahkan simak artikel berikut ini sampai habis.
Apa Itu Aktiva Lancar?
Aktiva lancar atau bisa disebut aset lancar adalah jenis aktiva yang diharapkan dapat diubah menjadi uang tunai atau habis dalam waktu relatif singkat, biasanya dalam satu tahun atau siklus operasional perusahaan.
Aset lancar digunakan untuk membiayai berbagai operasional bisnis dan digunakan untuk membayar pengeluaran saat ini, seperti tagihan sewa, utilitas, dll.
*Rekomendasi: Komponen Laporan Keuangan, Ini Penjelasannya
Cara Menghitung Aktiva Lancar
Setelah memahami mengenai definisi aset lancar, selanjutnya harus mengetahui bagaimana cara menghitung aset lancar. Untuk menghitung aktiva lancar (aset lancar) sebenarnya cukup mudah, kamu hanya perlu menjumlahkan semua aset lancar yang dimiliki oleh perusahaan atau individu. Oleh sebab itu, sebelum menghitungnya harus mengetahui terlebih dahulu jenis aktiva lancar.
Pertama-tama, kamu harus mengetahui dan mengumpulkan berbagai bukti transaksi dan seluruh aktiva yang bisa dikonversi menjadi kas dalam jangka waktu satu tahun atau kurang. Kelompokkan setiap aktiva menjadi beberapa golongan untuk mempermudah perhitungan.
Berikut contoh perhitungan aktiva lancar:

Aktiva Lancar = Kas + Piutang + Persediaan + Investasi Jangka Pendek + Aktiva Lancar Lainnya
Aktiva Lancar = 20.000.000 + 40.000.000 + 10.000.000 + 20.000.000 + 10.000.000 = 100.000.000
Dalam laporan neraca akan tercatat sebagai berikut:

Penutup
Nah, itu dia cara menghitung aktiva lancar yang dapat saya bagikan. Perhitungan aktiva lancar merupakan hal yang penting dalam analisis keuangan perusahaan. Pemahaman yang baik tentang aktiva lancar membantu pemilik bisnis dan manajemen dalam mengelola aset dengan bijaksana dan memastikan kelancaran operasional serta kesehatan keuangan perusahaan.
Akhir kata, saya ucapkan terima kasih bagi yang telah membaca sampai akhir. Semoga pembahasan kali ini dapat dipahami dengan baik. Sampai jumpa lagi di artikel-artikel lainnya.
*Baca Juga:





