
Pernahkah kamu mendengar istilah rasio keuangan? Apa sih pengertian, manfaat, dan jenis dari rasio keuangan? Saya akan membahasnya secara lengkap pada artikel kali ini.
Setiap pengambilan keputusan yang menyangkut dengan finansial perlu mempertimbangan rasio keuangan. Hal ini dilakukan agar pengambilan keputusan tidak salah langkah yang dapat berdampak pada kondisi keuangan perusahaan.
Pentingnya rasio keuangan, membuat kita perlu mempelajarinya secara lengkap. Tidak hanya untuk manajer keuangan saja, para investor juga wajib mempelajari rasio keuangan sebelum berinvestasi pada suatu perusahaan.
Pengertian Rasio Keuangan
Rasio keuangan merupakan alat analisis untuk menjelaskan hubungan antara elemen yang satu dengan elemen yang lain dalam suatu laporan keuangan (Financial Statement). Laporan keuangan yang dimaksud adalah neraca (Balance Sheet) dan laporan laba rugi (Income Statement).
Neraca menggambarkan posisi aset, hutang, dan ekuitas yang dimiliki perusahaan pada saat tertentu. Laporan laba rugi mencerminkan hasil yang dicapai oleh perusahaan selama suatu periode tertentu.
Pengertian rasio keuangan menurut para ahli:
- Rasio keuangan adalah kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan. Perbandingan dapat dilakukan antara satu komponen dengan komponen dalam satu laporan keuangan atau antar komponen yang ada diantara laporan keuangan. Kemudian, angka yang diperbandingkan dapat berupa angka-angka dalam satu periode maupun beberapa periode (Kasmir, 2019).
- Menurut Harahap (2015), rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandingan dari satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai hubungan yang relevan dan signifikan.
Manfaat Rasio Keuangan
Melihat rasio keuangan merupakan hal yang vital sebelum mengambil suatu kebijakan. Oleh sebab itu, penting untuk mempelajarinya. Namun, apa sih manfaat rasio keuangan itu sendiri? Berikut ini beberapa manfaatnya dilansir dari situs accurate:
1. Melihat Efektifitas Manajemen Operasional
Manajemen operasional meliputi penggunaan biaya, dan efektifitas penggunaan keuangan untuk operasional perusahaan. Oleh sebab itu, mengacu pada rasio dapat melihat seberapa efektif kinerja manajemen operasional dalam penggunaan biaya untuk kegiatan operasional.
2. Mengetahui Optimalisasi Keuangan
Optimalisasi keuangan yaitu suatu analisa rasio untuk melihat penggunaan keuangan yang lebih optimal. Termasuk diantaranya apabila terjadi kecurangan dalam laporan keuangan, atau penggunaan yang keuangan yang tidak efisien.
3. Melihat Tingkat Kesehatan Keuangan Dalam Perusahaan
Kesehatan keuangan perusahaan berarti selalu mendapatkan laba dari setiap aktivitas bisnisnya. Dengan demikian, bisa diketahui tingkat kesehatan keuangan berdasarkan rasio tersebut. Sehingga dapat dianalisa seberapa lama perusahaan dapat tetap bertahan dan berkembang
4. Melihat Optimalisasi Penggunaan Aktiva
Aktiva merupakan hal yang tidak kalah pentingnya untuk dievaluasi mengenai penggunaannya. Besaran aktiva yang dimiliki oleh perusahaan, menjadikan bahan pertimbangan manajemen perusahaan untuk memutuskan kebijakan. Sehingga dari rasio tersebut bisa diketahui optimalisasi penggunaannya.
5. Acuan Untuk Menganalisa Kemampuan Perusahaan Untuk Berkembang
Pengembangan bisnis seringkali dilakukan oleh sebuah perusahaan agar perusahaan tersebut dapat terus bertahan. Pengembangan bisnis, meliputi pendirian cabang, perluasan wilayah pemasaran, peluncuran produk baru. Semua itu diperlukan analisa keuangan yang lebih seksama, agar tidak terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan.
Jenis Rasio Keuangan
Setelah mengetahui pengertian dan manfaat, berikutnya kita perlu mengetahui jenis-jenis rasio keuangan. Berikut ini penjelasan dari rasio rasio keuangan yang sering digunakan dalam suatu bisnis.
1. Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa likuidnya suatu perusahaan. Caranya adalah dengan membandingkan komponen yang ada di neraca, yaitu total aset lancar dengan total hutang lancar. Penilaian dapat dilakukan untuk beberapa periode sehingga terlihat perkembangan likuiditas perusahaan dari waktu ke waktu.
Jenis-jenis rasio likuiditas adalah sebagai berikut:
- Rasio Lancar (Current Ratio), mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan.
- Rasio Cepat (Quick Ratio), menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi atau membayar kewajiban atau utang lancar (utang jangka pendek) dengan aset lancar tanpa memperhitungkan persediaan.
- Rasio Kas (Cash Ratio), mengukur seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar utang lancar.
2. Rasio Solvabilitas
Jenis rasio keuangan kedua adalah solvabilitas. Rasio solvabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aset perusahaan dibiayai dengan utang. Artinya berapa besar beban utang yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan asetnya. Dalam arti luas, dikatakan bahwa rasio solvabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajibannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang apabila perusahaan dibubarkan (dilikuidasi).
Jenis-jenis rasio solvabilitas adalah sebagai berikut:
- Debt to Assets Ratio (DAR), mengukur perbandingan antara total hutang dengan total aset.
- Debt to Equity Ratio (DER), mengukur perbandingan antara total hutang dengan total equity.
- Long Term Debt to Equity Ratio, mengukur perbandingan antara hutang jangka panjang dengan total equity.
- Times Interest Earned, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar utang dengan laba sebelum bunga dan pajak.
3. Rasio Profitabilitas atau Rentabilitas
Rasio profitabilitas adalah rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Artinya rasio ini memberikan ukuran tingkat efektifitas manajemen suatu perusahaan. Hal ini ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi. Pengunaan rasio ini menunjukkan tingkat imbalan atau keuntungan untuk efisiensi perusahaan.
Terdapat beberapa jenis rasio profitabilitas, antara lain:
- Gross Profit Margin, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba kotor dari penjualan.
- Operating Income Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba operasi sebelum bunga dan pajak dari penjualan.
- Net Profit Margin, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba bersih dari penjualan.
- Earning Power of Total Investment, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola modal yang dimiliki yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan bagi investor dan pemegang saham.
- Return on Assets (ROA), rasio yang menilai laba bersih yang dapat diperoleh atas suatu jumlah aktiva yang digunakan dalam suatu perusahaan.
- Return on Equity (ROE), rasio untuk mengukur kemampuan equity untuk menghasilkan pendapatan bersih.
- Earning per Share (EPS), rasio untuk mengukur keberhasilan perusahaan dalam mencapai keuntungan bagi pemegang saham.
4. Rasio Aktivitas
Jenis rasio keuangan berikutnya adalah aktivitas. Rasio aktivitas merupakan rasio untuk mengukur seberapa efektif perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya dalam menjalankan operasinya baik dalam kegiatan penjualan, pembelian, dan kegiatan lainnya.
Terdapat beberapa jenis rasio aktivitas antara lain:
- Total Assets Turn Over, rasio untuk mengukur tingkat perputaran total aktiva terhadap penjualan.
- Working Capital Turn Over, rasio untuk mengukur tingkat perputaran modal kerja bersih (Aktiva Lancar-Hutang Lancar) terhadap penjualan selama suatu periode siklus kas dari perusahaan.
- Fixed Assets Turn Over, rasio untuk mengukur perbandingan antara aktiva tetap yang dimiliki terhadap penjualan. Rasio ini berguna untuk mengevaluasi seberapa besar tingkat kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan aktiva tetap yang dimiliki secara efisien dalam rangka meningkatkan pendapatan.
- Inventory Turn Over, rasio untuk mengukur tingkat efisiensi pengelolaan perputaran persediaan yang dimiliki terhadap penjualan. Semakin tinggi rasio ini akan semakin baik dan menunjukkan pengelolaan persediaan yang efisien.
- Acount Receivable Turn Over, rasio untuk mengukur berapa lama penagihan piutang selama satu periode.
5. Rasio Pasar
Rasio pasar adalah rasio untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan tercatat terkait dengan nilai pasar sahamnya. Biasanya rasio ini digunakan dalam valuasi saham untuk menilai seberapa menarik harga saham perusahaan saat ini.
Beberapa jenis rasio nilai pasar antara lain:
- Price to Earning Ratio (PER), rasio yang menggambarkan harga saham sebuah perusahaan dibandingkan dengan keuntungan atau laba yang dihasilkan perusahaan tersebut (EPS)
- Price to Book Value (PBV), rasio untuk melihat seberapa besar kelipatan dari nilai pasar saham perusahaan dengan nilai bukunya
- Deviden Yield (DY), rasio untuk menunjukkan seberapa besar keuntungan yang dibagikan perusahaan kepada pemegang saham.
- Deviden Payout Ratio (DPR), rasio untuk melihat pendapatan per saham yang dibayarkan sebagai deviden kepada investor
Standar Rasio Keuangan Perusahaan yang Sehat
Untuk menentukan apakah keuangan perusahaan sehat atau tidak dapat dilihat dari rasionya. Masing-masing rasio keuangan memiliki standar yang berbeda-beda. Berikut ini standar rasio keuangan perusahaan yang sehat versi sumberin:
- Rasio Likuiditas. Nilai ideal dari setiap rasio likuiditas ini ini adalah minimum sebesar 100%, semakin besar maka semakin baik dan perusahaan dalam kondisi sehat.
- Rasio Solvabilitas. Semakin tinggi nilai persentase rasio solvabilitas maka semakin buruk kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka panjangnya, maksimal nilainya adalah 200%
- Rasio Profitablitas. Semakin tinggi nilai persentase Rasio Profitabilitas maka semakin baik keuangan perusahaan.
- Rasio Aktifitas. Semakin tinggi nilai persentase Rasio Aktifitas maka semakin baik keuangan perusahaan
- Rasio Pasar. Semakin tinggi rasio pasar berarti semakin tinggi pula pasar memandang prospek pertumbuhan perusahaan.
Penutup
Nah, itu dia pengertian, manfaat, macam-macam, dan batas standar rasio keuangan perusahaan yang sehat yang dapat saya bagikan. Perlu diperhatikan rasio keuangan ini sangat penting, baik bagi perusahaan maupun bagi investor. Jadi usahakan sebelum memulai investasi, pastikan kamu sudah paham betul mengenai setiap jenis pada rasio keuangan.
Akhir kata, saya ucapkan terima kasih bagi yang telah membaca sampai akhir. Semoga artikel kali ini dapat dipahami dan menambah wawasan. Sampai jumpa lagi di artikel-artikel selanjutnya.





